BELAJAR MENGAPRESIASI DI ERA PANDEMI: Belajar dengan Seni, Belajar Melalui Seni, Belajar Tentang Seni

By: Kania Dewi, S.S

Selain berpengaruh pada perekonomian negara, pandemi Covid-19 juga mempengaruhi sistem pendidikan yang ada di Indonesia. Pandemi Covid-19 yang tak kunjung mereda membuat para orang tua gusar dan cemas terhadap pendidikan anak-anak mereka. Bukan hanya para orang tua saja yang merasakan dampak ini, begitu juga dengan para pendidik yang harus mengikuti kebijakan pemerintah kemudian diterapkan di dalam kegiatan belajar jarak jauh yang dilakukan secara online.

Selain mengalami kendala di fasilitas yang kurang memadai, guru pun turut harus mengubah metode pembelajaran yang biasanya dilakukan di dalam kelas sekarang dilakukan dengan metode jarak jauh.

Bagi orang tua/wali murid kebijakan sistem belajar di rumah secara nasional juga merupakan hal yang baru. Siap atau tidak siap, kondisi saat ini memaksa untuk bisa beradaptasi dengan iklim digital. Meskipun teknologi saat ini adalah hal biasa dalam kehidupan sehari-hari, namun implementasinya untuk menjadi cara Interaksi utama berkaitan dengan proses pembelajaran menjadi tantangan tersendiri, baik untuk penyedia layanan pendidikan atau dari peserta didik.

Pembelajaran berbasis daring masih menghadapi banyak masalah praktis, seperti masalah internet, gangguan dalam teknis presentasi online, dan kesulitan dengan fokus. Hal ini akan menjadi hambatan kemampuan peserta didik  atau guru mendapatkan pengalaman terbaik. Contoh siswa dengan infrastruktur internet yang buruk, kesenjangan untuk dapat akses internet karena faktor kemampuan ekonomi, juga keterbatasan keterampilan digital baik oleh peserta didik atau pengajar.

Selain itu, banyak hal yang tidak diperoleh oleh penulis ketika melakukan PJJ, salah satunya kurangnya pendekatan psikologis terhadap anak. Sering kali ada anak yang hanya melihat materi pembelajaran saja tanpa berkomunikasi dengan gurunya. Kendala lain yang dialami adalah kesehatan mental anak, Kehilangan akses secara langsung terhadap orang-orang yang dipercaya seperti guru dan teman-teman saat disekolahnya menjadi pemicu anak menjadi malas belajar.

Dampak negatif lain diantaranya peserta didik terancam putus sekolah, dan turunnya semangat untuk belajar. Hal ini menjadi permasalahan yang cukup besar, mengingat pendidikan adalah salah satu tombak dalam membangun generasi muda yang berkarakter, cerdas, dan mandiri.

Selain pada siswa kecemasan terjadi pula pada guru disekolah, mengingat penularan covid 19 sangat cepet dikawatirkan masih banyak anak yang melakukan aktifitas seperti bermain diluar rumah dan mendapatkan ijin orang tuangnya. Walaupun pemerintah telah mengitruksikan untuk meliburkan sekolah dan melakukan pembelajaran jarak jauh masih ada beberapa anak yang tidak mematuhi aturan tersebut.

Seperti yang terjadi di sekolah penulis, beberapa anak mengalami penurunan semangat belajar ketika dirumah Keterbatasan ekonomi membuat sebagian siswa tidak mengikuti PJJ karena sibuk membantu orang tuanya bekerja diluar, seperti berdagang atau bekerja paruh waktu. Mengingat pendemi ini membuat sebagian masyarakat tidak mempunyai penghasilan karena putus kerja, alhasil para orang tua menyuruh anaknya membantu pekerjaan tersebut. Oleh karena itu, perlu adanya koordinasi yang baik antara guru dan orang tua siswa mengenai hal ini. Terlebih, orang tua siswa pun ada yang bekerja dari rumah, sehingga membuat fokus orang tua jadi terpecah antara bekerja dan mengawasi anak belajar.

Sungguh sulit menerapkan PJJ ditengah kondisi ekonomi yang kurang baik. Disini penulis memberikan gambaran pembelajaran yang dilakukan saat PJJ. Penulis masih melakukan interaksi dengan siswa melalui whatsup aplikasi seperti mengabsen kahadiran atau bertanya perihal kabar. Ada beberapa siswa yang merespon dengan cepat, ada pula yang membalas pesan pada saat malam hari, karena sebagian siswa ada yang bekerja untuk membantu perekonomian keluarga selama masa pandemi ini. Lalu bagaimana penulis memberikan materi pada mereka, sedangkan tugas-tugas yang diberikan guru lain masih menumpuk. Disinilah peran guru hadir untuk memberikan pembelajaran yang inovatif dan bermakna. Penulis tidak selalu memberikan tugas yang membebani siswa. Penulis selalu berprinsip bahwa semua siswanya akan mengerti tugas dan tanggung jawab mereka, mengingat diusia mereka yang beranjak dewasa.

Bukan suatu hal yang sulit ketika penulis mengajar di lingkungan SMK yang mayoritas didomunasi oleh siswa laki-laki, biasanya siswa laki-laki lebih menyukai model pembelajaran yang simple dan bermakna juga mengandung unsur hiburan. Pada saat pertama melakukan PJJ, penulis hanya memberikan cuplikan pertunjukan musik yang pernah diselenggarakan di Jawa Barat yang bertema tradisional. Siswa hanya cukup menyaksikan vidio pertunjukan tersebut lalu menggungkapkan pesan yang didapatkan setelah menonton pertunjukan musik tersebut. Alangkah senangnya ketika mengetahui banyak siswa yang merespon pembelajaran tersebut. Banyak siswa yang mengerjakan tugas yang diberikan seperti membuat kesan setelah menontoh bahkan ada pula salah satu siswa yang sengaja memberikan pertunjukan seni tradisional (bermain kendang) lalu di tampilkan melalui whatsup grup. Dengan cara seperti ini PJJ yang dilakukan penulis lebih fleksibel. Siswa masih bisa belajar walaupun saat bekerja seperti sedang berdagang atau membantu orang tuanya. Karena siswa hanya cukup mendengarkan dan menikmati pembelajaran yang dilakukan oleh penulis. Dengan demikian pedekatan terhadap siswa juga indikator pencapaian kompetensi belajar yakni mengapresiasi karya seni musik dapat terlaksana.

Banyak pengalaman yang didapat penulis ketika melakukan PJJ. Banyak pula pengalaman hidup yang diambil dari musibah ini. Pandemi COVID-19 telah merubah berbagai aspek dalam keseharian kita. Kecemasan dan rasa tidak aman yang dialami sebagian besar dari kita harus bisa disikapi dengan rasional agar kita bisa bertahan hidup dan juga membantu orang lain bertahan. Penerapan pola hidup sehat dan mengikuti anjuran pemerintah juga harus kita lakukan sebagai upaya mencegah penyebaran COVID-19.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *